PELATIHAN TAFHIM AL-QURAN METODE MANHAJI

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Majelis Tabligh PWM Jateng melaksanakan “Training of Trainer Tafhim al-Quran Metode Manhaji” mulai tanggal 28-30 Muharram 1436 H/21-23 Nopember 2014 M, di Wisma Haji, Ruang Makkah lantai 3, Donohudan Boyolali.
Peserta TOT ini adalah para utusan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, Majelis Tabligh unsur pimpinan PWM Jawa Tengah, dan dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Materi pokok tentang Pelatihan Tafhim al-Quran Metode Manhaji disampaikan oleh dr. Agus Sukoco, M.Kes (Gerakan Tafhimul Quran, Mukjizat al-Quran, dan The Golden Habits), H.M. Anas Adnan, Lc. M.Ag (Rasionalisasi Metode Manhaji, Tafhimus Sharaf, Tafhimun Nahwi, dan Tafhimul Balaghoh), dan H. Zaini Munir Fadloli (Tafhimul Mufrodat I dan II, dan Tadabbur al-Quran).
Muhammad Iqbal menyebut al-Quran lebih dari sekedar kitab suci. Kandungan al-Quran jika masuk ke dalam hati, akan mengubah manusia lebih baik, yang berimplikasi pada perubahan prilaku penduduk dunia. Majdi al-Hilali, menegaskan jika membaca al-Quran tanpa pemahaman, perenungan, dan kepekaan, seorang tidak akan dapat memetik mufakat secara sempurna—meskipun tetap mendapat pahala.
Al-Quran adalah ruh dan sumber tenaga hati. Siapa yang kehilangan al-Quran, ia kehilangan peluang besar untuk hidup secara hakiki, kehilangan kesempatan menikmati kebahagiaan, keridaan, dan surga dunia. Al-Quran bukan lembaran-lembaran teori. Ia tidak akan mewujudkan dalam kenyataan jika kita tidak bersungguh-sungguh memetik manfaatnya.
Oleh karena itu, belajar dan mengajarkan al-Quran menjadi hal utama. Pertama, belajar al-Quran merupakan sarana menyingkap “misteri” keagungannya. Melalui hal tersebut, al-Quran mewujud dalam mukjizat besar sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.
Kedua adalah mengajarkannya dengan baik dan benar. Mengajarkan al-Quran dengan cara yang menyenangkan akan meneguhkan pernyataan bahwa bahwa al-Quran merupakan lembaran pelajaran yang menbentang dan dapat dipelajari dengan mudah (al-Qomar, 17).
Power Point ustad KH. M.Abdul Fattah Santoso (Download)
Makalah ustad KH. Ari Anshori (Download)